Muhammadiyah: Kelompok Suka Mengafirkan Bertentangan dengan Islam

Tanggal 02 September 2015 Oleh Operator Dibaca 351 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Muhammadiyah senantiasa bergerak dalam lingkungan umat, bangsa, dan dunia kemanusiaan universal yang sarat dinamika, masalah, dan tantangan aktual yang kompleks dengan
keniscayaan melakukan ikhtiar mencermati, mengantisipasi, dan memberikan solusi strategis dalam bingkai Islam berkemajuan menuju pencerahan peradaban.

Melalui Muktamar ke-47 tanggal 18-22 Syawal 1436 H bertepatan 1-7 Agustus 2015 M di Makassar, setelah mencermati perkembangan aktual dalam berbagai ranah kehidupan maka Muhammadiyah menyampaikan isu-isu strategis keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal. Di antara isu keumatan adalah keberagaman yang moderat.

"Perkembangan mutakhir menunjukkan gejala meningkatnya perilaku keberagamaan yang ekstrem antara lain kecenderungan mengafirkan pihak lain (takfiri). Di kalangan umat Islam terdapat kelompok yang suka menghakimi, menanamkan kebencian, dan melakukan tindakan kekerasan terhadap kelompok lain dengan tuduhan sesat, kafir, dan liberal. Kecenderungan takfiribertentangan dengan watak Islam yang menekankan kasih sayang, kesantunan," demikian kesimpulan hasil Muktamar Muhammadiyah yang dikutip Republika, Ahad (9/8).

 

Berita Sebelumnya