SEKILAS INFO
: - Sabtu, 16-10-2021
  • 10 bulan yang lalu / Penerimaan Peserta Didik Baru TP 2021/2022 telah dibuka, untuk mendaftar klik Menu PPDB2021 atau kunjungi ppdb.smkmuhsuruh.sch.id
  • 1 tahun yang lalu / Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS SMK Muhammadiyah Suruh akan dilakukan secara Daring.
  • 1 tahun yang lalu / Selamat Datang Siswa Baru SMK Muhammadiyah Suruh Tahun Ajaran 2020 / 2021
Gus Marlock tebarkan "Virus" SMK Mbangun Desa di SMK Muhammadiyah Suruh

Kabupaten Semarang – (14/09/2021) Keluarga besar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Suruh Kabupaten Semarang bertempat di Hall Utama, siang ini pukul 14.00 mengikuti sosialisasi SMK Mbangun Desa dengan tema “SMK Mbangun Deso Pancen Perkoso, SMK Mbangun Desa Panen Sembodo” oleh Dr. Marlock, MM seorang motivator nasional dan inisiator program SMK Mbangun Desa

Program SMK Membangun Desa menjadi salah satu program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam menjalankan kebijakan Revitalisasi SMK. program SMK Membangun Desa bertujuan untuk menciptakan terobosan dan mewujudkan sinergi antara SMK dan pemerintah desa. Siswa SMK sebagian besar adalah anak anak yang berasal dari Desa, maka selayaknyala mereka disiapkan untuk berkiprah membangun Desa agar semakin maju dan makmur.

Gus Marlock -sapaan akrab Dr. Marlock, MM memberikan motivasi dan pembinaan agar sekolah lebih produktif. Caranya dengan membuat gerakan yang bermanfaat. Menurutnya, SMK itu investor di desa. Ketika maju otomatis daerahpun ikut maju.

“Dalih Usman, M.Pd selaku Majelis Dikdasmen PCM cabang Suruh dalam sambutannya turut menyampaikan “Alhamdulillah, SMK Muhammadiyah Suruh sudah mulai mengaplikasikan SMK Mbangun Desa, kami memiliki TEFA atau Teaching Factory di bidang Tata Busana yang turut membuka lapangan pekerjaan kepada masyarakat desa sekitar Suruh meskipun masih dalam taraf kecil”

“Ribuan buruh pabrik, karyawan restoran, hotel, dan banyak lagi pegawai terpaksa harus kehilangan pekerjaan dan terkena PHK akibat pandemic Covid 19 . jumlah pengangguran semakin meningkat, pertanyaanya berapa banyak lulusan SMK Muhammadiyah Suruh yang berubah status menjadi “pengangguran?”, berapa banyak lulusan SMK yang terpaksa pulang kampung akibat kena PHK?, maka inilah saatnya Kepala SMK menyatu dengan Kepala Desa” kata Gus Marlock kepada Dewan Guru, Karyawan, Pengawas SMK Cabang dinas WILAYAH 1 Provinsi Jawa Tengah dan Majelis Dikdasmen PCM Suruh.

Tri Bakti SMK Mbangun Desa: 1. Mengabdi tanah kelahirannya, 2. Meningkatkan Produktifitas, 3 Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat. Maka, SMK Mbangun Desa harus menyatukan Desa dengan SMK. Bersama membangun Industri di pedesaan dengan tenaga kerja handal dan wirausahawan hebat lulusan SMK, maka Desa tanah kelahiran kita akan berkembang dan perekonomian akan semakin menggeliat dan Makmur.

“SMK + Desa = SISWA TERAMPIL. Mereka bukan calon buruh di Industri yang hanya akan memperkaya owner Industri, mereka adalah subjek alias manusia yang berproses menuju mandiri. Yang kaya nanti bukan lagi pemilik, bos Industri, namun semua bisa menjadi kuat”

”Untuk terobosan masa kini dan mendatang. Artinya industri saat ini baru kolaps atau semaput. Seluruh program keahilan SMK mampu berperan penting pembangunan desa. Saya minta SMK Muhammadiyah Suruh segera menggandeng Kepala Desa se-Kecamatan. Diajak rembugan bersama mbangun desa. Pusat intelektual ada di SMK, guru-gurunya lulusan sarjana,” imbuhnya.

Ke depan SMK Muhammadiyah Suruh dituntut bisa lebih produktif. Menghasilkan produk misal Siswa Tata Busana sudah berani buka jahitan di rumah, siswa TITL bisa terima order pembuatan running text, Gaji guru naikkan hasil dari Industri yang dimiliki oleh Sekolah dan Desa Gali potensi desa yang ada di desa Suruh. Nantinya akan dibentuk kerja sama di tanda tangani seluruh kepala desa. “Nanti desa punya potensi apa. SMK punya potensi. InsyaAllah klop. Terus dijalankan,” imbuhnya ( Kab. Semarang, 14092021 – ESR)

TINGGALKAN KOMENTAR

SAMBUTAN (MPLS) MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH