SEKILAS INFO
: - Rabu, 08-12-2021
  • 1 minggu yang lalu / Pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun Tahun Pelajaran 2021/2022 dilaksanakan Secara Daring
  • 1 bulan yang lalu / 28 Oktober 2021 Serbuan Vaksin Dosis II (Kedua) untuk pelajar dan umum.  Vaksin Sinovac 1.000 dosis. Kerjasama Pimpina Daerah Muhammadiyah Kab. Semarang – Kodam IV Diponegoro.

Oleh Khikmah Juwita, S.Pd.

Siapakah anak ? siapakah Pemuda ? Sebuah pertanyaan penghantar sebelum tidur, menanti dari jawaban dan pembuktian, anak adalah anugrah dari Tuhan Yang Maha Kuasa yang harus dijaga , dididik sebagai bekal sumber daya, anak merupakan kekayaan yang tidak ternilai harganya. Seorang anak hadir sebagai amanah dari Tuhan untuk dirawat, dijaga dan dididik yang kelak setiap orang tua akan diminta pertanggungjawaban atas sifat dan perilaku anak semasa di dunia. Secara Harfiah anak adalah seorang cikal bakal yang kelak akan meneruskan sebuah aset sumber daya manusia yang kelak dapat membantu membangun bangsa dan negara. Masa depan bangsa dan negara dimasa yang akan datang berada di tangan anak sekarang, semakin baik kepribadian anak sekarang maka semakin baik pula kehidupan masa depan bangsa. Begitu pula sebaliknya, apabila kepribadian anak tersebut buruk maka akan bobrok pula kehidupan bangsa yang akan datang.
Sedangkan pemuda adalah individu yang bila dilihat secara fisik sedang mengalami perkembangan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional, sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan baik saat ini maupun masa datang.
Seorang pemuda harus punya rasa keingintahuan yang besar, apabila hilang rasa keingintahuannya maka diragukan jiwa kepemudaannya. Semua pemuda punya konsistensi yang tinggi dalam memegang prinsip-prinsip yang diyakininya, bila membuat janji akan membuat janji itu terlunasi tepat pada waktunya. Pemuda adalah sosok individu yang berusia produktif dan mempunyai kareakter khas, spesifik, revolusioner, optimis, berpikiran maju, memiliki moralitas. Pemuda harus bersikap kritis, menanyakan sesuatu yang belum dimengerti maksudnya, dengan niat untuk membangun bukan untuk menjatuhkan.
Dalam menyiapkan generasi muda pada umumnya, dan siswa pada khususnya yaitu yang mulia, berkarakter,dan berkemajuan dengan karyanya, pemuda atau siswa harus mampu bersaing ,baik dengan siswa yang di lingkungannya atau lebih tinggi tingkatannya. Siswa siswi zaman now harus dibekali dengan pengalaman dan soft skills yang baik .
Dalam jiwa anak muda/ siswa dapat diterapkan profil pelajar pancasila berkolaborasi antara orang tua, guru dan siswa-siswi serta berbagai instansi di masyarakat untuk mencapai kesukssesan, antara lain membentuk pola pribadi yang beriman , bertaqwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, kreatif, berpikir kritis, mandiri, aktif serta inovatif .Oleh karena itu perlu adanya cara agar generasi muda , generasi milinial membiasakan diri untuk melakukan aktivitas/pola hidup yang baik, antara lain
Meningkatkan kebiasaan berliterasi baik konvensional maupun digital, Secara bijak menggunakan internet dan sosial media mencari, menuangkan ide-ide kreatif di platform aplikasi teknologi baik berupa Google, Facebook, Instagram, Youtube, Twitter, dan lain sebagainya., Bersikap terbuka terhadap berbagai pengalaman baru, dengan cara berinteraksi dengan masyarakat melalui kegiatan organisasi di sekolah , kemasyarakatan, sosial, ataupun organisasi keagamaan, aktivitas -aktivitas tersebut akan melatih kepekaan diri kita terhadap lingkungan sekitar dan dapat berpikit lebih kreatif serta bergerak lebih aktif. Membangun Ide dan Visi ke Depan , membiasakan siswa/siswi memberikan masukan melalui ide-ide sederhana, kritikan kecil yang membangun, dan harus memiliki visi masa depan yang jelas. Membiasakan beribadah, bangun pagi, dan rajin berolahraga, sebagai generasi muda pastinya untuk urusan rohani pantas untuk digembleng karena berhubungan dengan Sang pencipta penentu hidup dan kesuksesan kita, dengan bangun pagi waktu lebih banyak dan otak kita segar sehingga dapat memunculkan ide-ide kratif. Dengan rajin berolahraga sebagai generasi muda/ siswa/siswi menjadi lebih semangat, memiliki banyak energi yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya kreativitas.
Demikianlah peran penting siswa/siswi atau generasi muda yang luar biasa diharapkan untuk menjadi agen perubahan yang bergerak dan berusaha, yaitu yang mendorong terjadinya transformasi ke arah yang lebih baik melalui efektifitas, perbaikan dan pengembangan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

SAMBUTAN (MPLS) MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH