SEKILAS INFO
: - Selasa, 24-11-2020
  • 4 bulan yang lalu / Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS SMK Muhammadiyah Suruh akan dilakukan secara Daring.
  • 4 bulan yang lalu / Selamat Datang Siswa Baru SMK Muhammadiyah Suruh Tahun Ajaran 2020 / 2021

SEJARAH BERDIRINYA STM MUHAMMADIYAH SURUH KABUPATEN SEMARANG

STM Muhammadiyah Suruh didirikan merupakan alih fungsi dari SMA Muhammadiyah Suruh yang didirikan tahun 1983, pada usia sekolah yang ke 14 muridnya semakin berkurang karena berdirinya SMA Negeri Suruh pada tahun 1997. Hal ini menimbulkan keprihatinan Persyarikatan sehingga melalui rapat yang panjang maka dilakukan alih fungsi menjadi STM Muhammadiyah Suruh. Pada awal berdirinya STM Muhammadiyah Suruh membuka dua Jurusan yaitu Jurusan Teknik Mesin, Teknik Listrik.

Pada tanggal 15 Mei 1998 dengan SK dari Dinas Pendidikan Nomor 32.4.03.22.04.008 dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang maka resmilah berdirinya STM Muham- madiyah Suruh dengan dua jurusan yaitu Teknik Mesin dan Teknik Listrik.

Kepala Sekolah pertama yang ditugasi untuk memimpin STM Muhammadiyah Suruh adalah Bapak Drs. Surono, yang dibawah kepengawasan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Suruh .

Struktur Organisasi PCM saat itu  adalah :

  • Penasehat : Bapak H. Winarno
  • Ketua PCM : Bapak Mansur
  • Sekretaris                                 : Bapak Muh Sya’roni
  • Bendahara                               : Bapak Djupri Ahwan, BA
  • Ketua Majelis Dikdasmen     : Bapak Dunwasi, BA
  • Sekretaris Majelis                   : Bapak Jumadi
  • Sekretaris Majelis                   : Bapak Jumadi
  • Bendahara Majelis                 : Bapak Bambang Sudirman

Pada periode pertama berdirinya STM  Muhammadiyah Suruh tampuk kepemimpinan bapak Drs Surono belum bisa menjalankan tugas secara penuh dikarenakan beliau masih mengajar di STM Muhammadiyah Salatiga, sehingga pada tahun 1999 Bapak Surono mengundurkan diri dari jabatan Kepala STM Muhammadiyah Suruh, yang kemudian jabatan Kepala Sekolah oleh Persyarikatan di jabat oleh Bapak Jumadi selaku YMT. Belum genap satu bulan Persyarikatan Muhammadiyah Suruh  mampu mengangkat Kepala Sekolah baru yaitu Bapak Drs. Agung Wibowo yang saat itu beliau juga menjabat sebagai Kepala STM Muhammadiyah Salatiga hingga tahun 2001.

Pada bulan Juli 2001 karena kesibukan di STM Muhammadiyah Salatiga beliau mengundurkan diri sehingga Kepala sekolah di jabat Bapak Budi Susilo, S.Sos yang saat itu menjabat sebagai waka kurikulum hingga bulan Juni tahun 2003. Pada bulan Juli 2003 hingga bulan Juni 2007 Kepala Sekolah di jabat oleh bapak Dalih Usman S.Pd, kepercayaan masyarakat semakin bertambah, apalagi dengan dibukanya program baru Teknik Garmen. Saat itu bapak Dalih Usman membaca situasi adanya exodus besar-besaran industry garmen dari Jabodetabek ke Kabupaten Semarang maka pada tahun 2005 membuka jurusan baru yaitu Teknik Garmen, dengan bertambahnya jurusan baru tersebut animo masyarakat semakin bertambah  hal ini dibuktikan dengan bertambahnya rombongan belajar menjadi 13 rombongan belajar .

Pada Tahun 2004 nama STM berubah menjadi SMK sehingga nama sekolah ini menjadi SMK Muhammadiyah Suruh, dan pada Juli 2007 Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah mutasi ke dinas Pendidikan dan Kebudayaan menjadi Pengawas, sehingga tampuk kepemimpinan diganti oleh Bapak Haryu Roto Wasis Effendi, S.Pd hingga sekarang. Pada kepemimpinan beliau animo masyarakat semakin bertambah sehingga pendaftar dari tahun ketahun meningkat hingga pada tahun 2014 jumlah rombongan belajar menjadi 21 rombel. Karena permintaan masyarakat pada jurusan baru maka pada tahun pelajaran 2014/2015 dibuka program keahlian baru Teknik sepeda motor. Animo masyarakat menyekolahkan putra putrinya ke SMK Muhammadiyah Suruh bukan tanpa alasan, mereka percaya pada sekolah, karena tiap tahunnya SMK Muhammadiyah Suruh sarat akan prestasi kejuaraan baik kabupaten provinsi maupun Nasional. Sebagai puncaknya Prestasi tertinggi di raih oleh jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik dengan menyabet gelar Juara I Tingkat Nasional pada ajang lomba LKS (Lomba Kompetensi Siswa). Dengan meningkatnya jumlah siswa kebutuhan ruang belajar serta merta meningkat dari jumlah kelas dan kantor/bengkel/TU pada awal tahun 2007 terdapat 17 ruang dan pada awal tahun 2015 menjadi 34 ruang terdiri dari ( ruang kelas, bengkel dan kantor), sehingga merambah pada kampus II terletak didusun Mesu yang berjarak 300 m dari kampus satu.  Pada akhir tahun pelajaran 2014/2015 di kampus II baru terdapat 4 bangunan untuk ( Ruang perpustakaan, kelas, bengkel dan ruang guru sementara). Sampai dengan akhir tahun 2015 di kampus dua bertambah 4 lokal RKB, pada akhir semester genap tahun pelajaran 2015/2016 berusaha menambah RKB dengan mengajukan permohonan ke Direktorat di kampus dua dan berencana merehab bangunan bengkel dikampus satu dan instalasi air wudlu dan pos satpam nantinya dari dana alumni dan dana pengembangan bengkel.

SAMBUTAN (MPLS) MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH